ILMU PENJAGA HARTA BUMI


ILMU SASI
Masyarakat Maluku dan Papua tidak serakah mengambil hasil laut.Mereka punya sistem sasi.Sistem sasi adalah pengaturan waktu bagi penduduk setempat untuk mengambil hasil laut di wilayah adatnya.Penduduk hanya boleh menangkap ikan pada saat-saat tertentu.Dengan demikian, flora dan fauna laut bisa memper barui diri dan berkembang biak dengan baik.

ILMU TIGA HUTAN
Bagi suku sakai di Riau, hutan merupakan harta yang harus di rawat sebaik-baiknya.Suku Sakai membagi wilayah hutan mereka menjadi hutan adat, hutan larangan, dan hutang perladangan.
Hutan adat: penduduk hanya boleh mengambil rotan, damar dan madu lebah, tanpa menebang pohon.
Hutan Larangan: Hutan yang sama sekali tidak boleh diusik.
Hutan Perladangan: Hutan yang boleh ditebang untuk dijadikan ladang, tetapi tidak semua pohon boleh ditebang seperti pohon sialang karena tempat bersarangnya lebah madu.
Penduduk yang melanggar akan didenda dan diusir dari wilayahnya.

ILMU PAMALI
Pamali artinya tabu/tidak boleh. Penduduk kampung Naga Tasikmalaya percaya jika melanggar adat hidupnyabakal tidak selamat.
Seperti peraturan /larangan mengusik Leuweung Larangan (Hutan Larangan) termasuk menebang dan menangkap hewan di hutan itu. Pamali membuat hutan tetap lestari.

ILMU PERLADANGAN GILIR BALIK
Suku Dayak Bantian di KalTim menanam padi, sayuran, rotan dan buah-buahan di hutan, mereka membuka hutan selama 2 tahun. Setelah itu dibiarkan lagi menjadi hutan kembali. Tetapi tidak semua hutan boleh dijadikan ladang.

ILMU PIKUKUH
Pikukuh bagi masyarakat Badui di Banten adalah aturan yang harus ditaati oleh warganya dan pengunjung yang datang. Aturan itu seperti:
1. Pertanian dilarang menggunakan teknologi kimia seperti pupuk buatan dan racun pemberantas hama.
2. Dilarang menubai/meracuni ikan disungai, mandi memakai sabun, gosok gigi dengan pasta gigi dan membuang kotoran disembarang tempat.
Pikukuh membuat penduduk hidup berdampingan dengan alam, mereka berusaha menjaga kebersihan dan kemurnian alamnya.
(Let’s Be The Greeners/dikutip dari majalah Bobo)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: